Refleksi Khotbah FIRES

Minggu, 23 Juni 2024

Pengkhotbah: Pdt. Edward Oei

Ayat Alkitab: Kejadian 2:7

Dalam hidup ini, kita memiliki berbagai macam aspek. Ada aspek studi, aspek pekerjaan, aspekkeluarga, aspek pertemanan atau relasi, aspek agama dan pelayanan, dan aspek-aspek lainnya. Mungkinselama ini kita pikir aspek yang berhubungan dengan Allah hanya aspek agama dan pelayanan saja. Aspek lainnya lebih bersifat duniawi dan tidak perlu dihubungkan dengan Allah. Ini adalah pemikiranyang salah.

Jika kita melihat kembali saat manusia pertama kali diciptakan, Allah menyatakan Diri-Nya di dalam kesatuan (one) sekaligus (and) keberagaman (many). Allah adalah Allah yang esa (satu, one) sekaligus (and) Tritunggal (beragam, many). Bukan hanya tentang Diri-Nya, kehendak-Nya pun dinyatakan sebagai satu dan beragam, yaitu untuk Diri-Nya dimuliakan melalui beragam tugas yang Iaberikan kepada manusia untuk beranak-cucu, taklukkan bumi, dan berkuasa atas segala binatang. Namun, sejak manusia jatuh ke dalam dosa, pikiran manusia menjadi inkompatibel dengan pikiran Allah. Manusiatidak lagi mengerti tentang satu dan beragam ini. Kehendak Allah yang satu itu tidak lagi bisa dilihatdalam keberagaman yang ada di dalam setiap aspek hidup kita. Maka, kita merasa aspek studi tidaknyambung dengan Allah, aspek pekerjaan tidak ada kaitannya dengan kehendak Allah, aspek relasi tidakada sangkut paut dengan rencana Allah, dan seterusnya.

Mari kita kembali menyelaraskan pikiran kita dengan pikiran Allah. Kita harus kembali kepadafirman Tuhan, yaitu Alkitab kita. Allah punya satu kehendak untuk kita. Kehendak ini harus dinyatakan, dimanifestasikan, dan dicapai melalui dan di dalam keberagaman aspek kehidupan kita. Maka, aspek studikita ada hubungannya dengan Allah, aspek pekerjaan kita ada kaitannya dengan kehendak Allah, aspekrelasi kita ada sangkut pautnya dengan rencana Allah, dan seterusnya.

Maka, hal paling pertama yang harus kita mengerti adalah: Apakah kehendak Allah yang haruskita nyatakan di dalam hidup kita? Kehendak Allah inilah yang seharusnya menentukan apa yang haruskita pelajari saat kuliah, pekerjaan seperti apa yang harus kita lakukan, relasi seperti apa yang harus kitabangun dengan orang lain, termasuk bagaimana seharusnya kita melayani Allah di dalam hal gerejawi, dan berbagai aspek lainnya di dalam hidup kita ini. Sehingga, hidup kita bukanlah hidup yang terkotak-kotak dan terpisah dari Allah. Justru kita menghidupi keberagaman aspek kehidupan ini demi mencapaisatu kehendak-Nya, yaitu Nama-Nya dimuliakan melalui dan di dalam hidup kita. Sudahkah kitamenjalani hidup yang demikian?

Refleksi oleh: Redy Ginting