Refleksi Khotbah FIRES Jumat 12 April 2019

Pembicara: Pdt. Edward Oei

Identitas kita seringkali didefinisikan oleh apa yang menempel pada diri kita: pencapaian, bakat, keterampilan, kekayaan, ataupun penampilan. Namun pada kenyataannya, seberapa banyak dan bagus semua yang menempel pada diri kita, hati kita di dalam tetap tidak puas dan terasa kosong. Hal ini juga terbukti di dalam  sepanjang sejarah. Banyak orang yang memiliki seluruh hal-hal yang disebutkan di atas, sebut saja pengusaha yang sukses kenamaan, selebriti yang terkenal, pelajar yang berprestasi dan seterusnya, namun tetap merasa hidupnya kosong dan mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Hal-hal ini membuktikan bahwa identitas manusia sesungguhnya tidak terletak pada hal-hal eksternal yang menempel pada hidup kita. Identitas manusia yang sejati hanya dapat ditemukan dalam pengenalan akan Tuhan. Tuhan-lah yang menciptakan manusia. Maka hanya Tuhan yang sungguh-sungguh mengetahui identitas dan tujuan hidup manusia. Ketika kita telah ditebus oleh Tuhan, kita memiliki identitas sebagai umat-Nya. Dari identitas kita sebagai umat-Nya lah kita baru dapat memiliki makna hidup yang jelas, yaitu untuk melayani dan menikmati Tuhan.

Namun, sebagai orang Kristen kita sering kali tidak sadar akan anugerah Tuhan yang begitu istimewa ini, dan hanya menyambutnya dengan seadanya. Kita masih sering mengejar tempelan-tempelan di luar. Bahkan tak jarang, kita merasa tempelan itu jauh lebih baik dan nyaman dibandingkan dengan identitas kita sebagai orang Kristen. Kita tidak dapat melihat nilai dari identtas ini. Padahal ketika orang di luar sana hidup dalam rutinitas yang tidak tahu untuk apa, kita orang Kristen memiliki alasan yang jelas dalam hidup yang diberikan di dalam identitas kita, termasuk di dalam mempertanggungjawabkan studi kita kepada Tuhan. Ketika orang di luar sana putus asa dengan kekacauan yang ada dalam dunia ini, kita orang Kristen memiliki pengharapan melalui identitas kita di dalam Kristus. Ketika orang di luar sana merindukan makna dan tujuan hidup yang jelas, kita sudah diberikan tujuan hidup yang jelas oleh Tuhan kita.

Mari kita sadar kembali akan identitas kita sebagai umat Tuhan yang begitu besar ini; dan sebagai umat-Nya, memperjuangkan kebenaran dan kehendak Tuhan di dalam dunia karena Tuhan Yesus yang sudah menebus kita. Kiranya Allah menolong kita. Amin.

Refleksi oleh: Hadassah Ely Sharon